TUGAS SEMESTER.xlsx

Tugas TIK 4-9_2.xls

Tugas TIK Fotocopy.rar

Tugas TIK Roster dan Tabel.xls

Tak disangka browser Safari buatan Apple dan Internet Explorer 8 buatan Microsoft punya nasib yang sama. Berhasil dijebol hacker di hari pertama kontes Pwn2Own yang digelar sebagai bagian dari konferensi teknologi keamanan CanSecWest di Vancouver, Kanada, 9-11 Maret 2011.

Para peneliti sistem keamanan dari perusahaan Vupen, Perancis menjadi tim pertama yang berhasil menjebol Safari 5. Bahkan sesuai angka versi software tersebut, mereka melakukannya hanya dalam waktu lima detik. Tidak main-main yang dijebol adalah browser versi 64 bit yang berjalan di Mac OS X Snow Leopard di MacBook dan sudah di-patch besar-besaran sebelumnya.

Co-founder Vupen, Charouki Bekrar, dan dua anggota timnya bekerja keras selama dua minggu untuk menemukan kelemahan di Safari 5. Mereka menemukannya pada bagian Webkit, mesin rendering berbasis open source yang digunakan browser tersebut. Mereka sukses mengeksploitasi kelemahan itu dan menembus sistem lewat ASLR (Address Space Layout Randomization) and DEP (Data Execution Prevention), dua fitur keamanan yang khusus dirancang untuk mencegah program jahat menyusup.

Bahkan, tim tersebut telah membuat program khusus untuk disusupkan lewat lubang kelemahan tersebut. Program tersebut mengaktifkan kalkulator dan menginfeksi komputer untuk mengambil akses secara penuh. “Korban yang mengunjungi sebuah website, ia akan terjebak. Tanpa perlu interaksi apa pun,” kata Bekrar.

Sementara IE8 tantangan berhasil dipecahkan peneliti keamanan dari Irlandia Stephen Fewer. Ia sukses menjebol browser tersebut yang berjalan di Windows 7 versi 64 bit. Untuk menembus sistem keamanan IE8, Fewer menemukan tiga kelemahan, dua di antaranya sudah diperkirakannya sejak awal untuk melakukan eksploitasi. Dengan menembus dua kelamahan itu, ia berhasil menemukan kelemahan ketiga untuk menjebol Protected Mode sandbox sehingga dapat mengakses sistem operasi secara penuh. Seperti Vupen, ia juga sukses menyusup dengan menjebol DEP dan ASLR di Windows 7.

Atas keberhasilannya, Vupen membawa 15.000 dollar AS dan komputer MacBook Air 13 inci yang ditaklukannya. Sementara Fewer juga berhak menggondol hadiah sebesar 15.000 dollar AS dan sebuah komputer Sony Vaio yang berhasil diambil alih sistemnya.

Sesuai aturan kontes, semua teknik eksploitasi yang berhasil dilakukan untuk menembus kelemahan tersebut tidak akan dipublikasikan. Pihak panitia memberikan data tersebut kepada TioipingPoint selaku sponsor. Selanjutnya info tersebut akan diberikan kepada masing-masing vendor untuk memberi kesempatan melakukan patch atau perbaikan sampai 6 bulan sebelum diungkap kepada publik.

Kontes berlangsung di hari kedua. Namun, browser lainnya, Chrome 9 dan Firefox 3.6 gagal dijebol peserta mana pun. Sementara itu, untuk kontes mobile devices, iPhone 4 dan BlackBerry Torch juga berhasil ditaklukkan. Sementara Android dan Windows Phone 7 berhasil bertahan.

Atlantis, benua yang hilang, sudah menjadi misteri selama berabad-abad lamanya. Lokasi benua yang kabarnya terkubur di bawah laut ini selalu dicari. Bahkan sejumlah pengarang buku internasional mengklaim mereka punya bukti kalau Atlantis dulunya tak jauh dari kepulauan Indonesia.

Tapi penemuan terkini oleh tim arkeolog Amerika Serikat boleh jadi berbeda. Mereka mengklaim menemukan Atlantis terkubur lumpur di sebelah selatan Spanyol. Sebuah kota metropolis pertama terkubur di dasar laut.

Di mana tepatnya? Richard Freund dari Universitas Hartford Connecticut mengatakan temuan terkini Atlantis ada di sebelah utara kota Cadiz, Spanyol Selatan. Atlantis, kata Freund terkubur di dasar laut akibat terjangan tsunami dahsyat.

“Tsunami dahsyat itu melumat kota yang jauhnya 60 mil dari pesisir. Memang sukar dipercaya, tapi itulah yang kami temukan,” kata Freund, seperti dikutip DailyMail.

Tim peneliti mengumpulkan data dari berbagai sumber. Salah satunya adalah foto satelit di daerah itu yang diperkirakan sudah tenggelam. Kemudian foto itu dibandingkan dengan survei lapangan menggunakan sonar dan pemetaan digital.

Hasilnya, mereka menemukan struktur bangunan yang menyerupai ‘kota’. Dari data gambar-gambar Atlantis yang beredar dibandingkanlah struktur tersebut, dan peneliti yakin mereka sudah menemukan kota legenda itu.

Penemuan ini akan ditayangkan di National Geographic berjudul ‘Finding Atlantis’. Freund yakin, ada sejumlah ciri dari struktur kota yang terpendam itu yang menunjukkan kalau itulah Atlantis.

“Kami menemukan sesuatu yang tidak ditemukan peneliti lain sebelumnya. Penemuan ini membuat kredibilitas temuan kami sangat baik, terutama dari sisi arkeologis, temuan ini menguatkan fakta-faktanya,” kata Freund tanpa menjelaskan apa temuan itu.

Atlantis muncul pertama kali dalam karangan filsuf Yunani, Plato, 2.600 tahun yang lalu. Atlantis kata Plato adalah sebuah pulau yang berada di dekat selat yang dinamakan Pilar Herkules. Pilar ini dikenal dengan nama Selat Gibraltar.

Menurut Freund, sudah ada beberapa catatan terjadinya tsunami di Selat Gibraltar. Yang terbesar adalah November 1755, di pesisir kota Lisbon, Portugal. Tinggi ombak mencapai bangunan 10 tingkat.

Atlantis sebelumnya ‘sudah ditemukan’ berkali-kali oleh para ilmuwan yang terobsesi. Pada tahun 2000 misalnya, peneliti mengklaim sebuah reruntuhan kota di dasar laut di pesisir utara Turki dan Laut Hitam sebagai Atlantis.

Pada 2004, arsitek AS menggunakan sonar menemukan sejumlah tembok di dasar laut yang dalamnya satu mil di Laut Mediteranian antara Siprus dan Syria.

Tiga tahun sesudahnya, peneliti Swedia mengklaim menemukan kota di daerah Dogger Bank, Laut Utara, yang tenggelam di peradaban Perunggu ribuan tahun lalu. Kota ini diklaim lagi sebagai Atlantis.

Jepang baru saja tertimpa musibah karena diguncang gempa 9 SR dan disusul tsunami dahsyat yang menyapu sejumlah wilayah di Negeri Sakura itu. Namun, tsunami tidak selamanya dikaitkan dengan bencana, setidaknya untuk tim peneliti dan pencari lokasi kota legendaris, Atlantis.

Sebuah tim asal Amerika Serikat mengaku menemukan titik ordinat yang tepat di mana kota hilang ini berada. Kota metropolis legendaris ini diduga tenggelam oleh kekuatan tsunami ratusan tahun lalu di Spanyol Selatan. “Ini adalah kekuatan tsunami,” kata kepala tim peneliti Richard Freund seperti dikutip dari huffingtonpost.com.

“Sangat sulit dimengerti bahwa tsunami bisa menyapu 60 mil daratan,” kata Freund yang berasal dari University of Hartford, Connecticut. Dia adalah profesor yang memimpin tim internasional untuk mencari lokasi tepat kota Atlantis.

Untuk memecahkan misteri ratusan tahun ini, tim menggunakan foto satelit dari kota tenggelam dan menduga lokasinya di Cadiz, Spanyol. Di rawa luas bernama Dona Ana Park, tim percaya mereka menemukan wilayah kuno Atlantis.

Sebuah tim yang terdiri dari arkeolog dan ahli geologi pada 2009 dan 2010 menggunakan sejumlah piranti, mulai dari radar bawah tanah, peta digital, dan teknologi bawah tanah untuk menyurvei situs tersebut.

Penemuan Freund ini memperkuat dugaan gambar yang dibuat para pengungsi kota tersebut setelah tsunami menghantam. Warga Atlantis yang berhasil selamat diduga masuk ke pedalaman dan membangun kota baru. Temuan tim ini akan dikupas dalam edisi khusus National Geographic terbaru, “Finding Atlantis.”

Meskipun sulit memastikan Spanyol sebagai tempat ‘kuburan’ kota Atlantis, namun, Freud yakin simpul pencarian kota-kota peringatan membuat dia yakin bahwa rawa lumpur di pantai selatan Spanyol itu lah tempat situs kota hilang.

“Kami menemukan sesuatu yang belum pernah dilihat sebelumnya,” kata dia. Menurut Freud, sesuatu ini lah yang makin menguatkan tingkat kredibilitas, khususnya bagi arkeologi mengenai situs tersebut. “Sehingga menjadi lebih masuk akal.”

Keberadaan kota metropolis Atlantis muncul setelah filsuf Yunani Plato menulisnya 2600 tahun yang lalu. Dia menggambarkan kota ini sebagai ‘sebuah pulau di depan selat yang disebut Pilar Hercules’ sebagai selat Gibraltar yang terkenal di zaman kuno. Menggunakan perhitungan peta Plato ini, pencari situs Atlantis selama ini fokus di wilayah Mediterania dan Atlantik.

Freud menambahkan catatan mengenai tsunami sudah didokumentasikan selama berabad-abad. Salah satu gelombang pasang terbesar menghantam Lisbon pada November 1755.

Terlepas di mana lokasi tepat situs ini, hal paling fundamental -apakah Atlantis itu ada atau tidak- pun masih jadi perdebatan panjang selama ribuan tahun. Dialog Plato dari tahun 360 SM menjadi satu-satunya sumber sejarah soal kota ini. Plato mengatakan pulau ini disebut Atlantis, “Dalam satu hari satu malam, menghilang di kedalaman laut.”

Para ahli mulai merencanakan penggalian di situs yang diduga Atlantis berada, Spanyo,l untuk mempelajari geologi dan temuan artefak termutakhir.

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.